DIA MEMBUAT NATAL BAGI HIDUP KITA

 

DIA MEMBUAT NATAL BAGI HIDUP KITA

Kristanto Imanuel,  November 2020

 

Coba kalian lihat dan rasakan

Bagaimana sebuah kehidupan yang hampa dan tandus

Dingin, sunyi dan gelapnya dunia ini

Kehidupan semu, sementara dan gelap pekat

Sangat terikat dengan rantai-rantai dosa

Yang melilit dan mengikat kuat telah menjadikan kehidupan dunia tanpa makna.

Mereka berjalan cepat seolah-olah penuh semangat, tetapi tanpa tujuan ke mana arah langkahnya.

Mereka kaya raya, terlihat seperti tidak akan pernah sirna harta dan pundi-pundinya, tetapi kemana akan menetap jiwanya.

Mereka semua tertawa gembira, tetapi siapa yang menjamin keabadian nyawanya.

Mereka sangat congkak dan dapat berkata : “aku dapat membeli imanmu, aku dapat membeli hidupmu, aku bahkan dapat membeli Tuhanmu”, tetapi dapatkah mereka membeli keselamatan baginya.

Coba sekarang kalian lihat dan rasakan

Dinginnya padang belantara Effata,

Tetapi tidak sedingin hati para penjaga kawanan domba.

Sunyinya malam desa Betlehem,

Tetapi tidak sesunyi hati dua insan pendukung karya keselamatan.

Gelapnya malam dan arah menuju sebuah kandang,

Tetapi mereka bersuka cita karena terang sebuah bintang.

Gelapnya dunia ini, tetapi tidak segelap hati para penanti datangnya pengharapan.

Di sana ada Natal, sebuah terang keabadian dari Sang Bayi pembawa kehidupan.

Mari kita pergi menuju ke sana untuk mengerti arti Natal bagi sebuah karya keselamatan

Karena Natal bukanlah sebuah pohon terang terpancang dengan megah,

Tetapi karena Anak Manusia rela menderita dan disesah.

Karena Natal bukanlah saat banyak hadiah dibagikan,

Tetapi karena kasih karunia Allah sudah dinyatakan.

Karena Natal bukanlah ketika pakaian baru dikenakan,

Tetapi saat manusia menjadi baru dan dibenarkan.

Karena Natal bukanlah ketika aneka makanan dihidangkan.

Tetapi karena mereka yang lapar dikenyangkan.

Karena Natal bukanlah saat berbagai minuman disajikan,

Tetapi karena mereka yang haus telah dipuaskan.

Karena Natal bukanlah ketika lagu-lagu rohani dikumandangkan,

Tetapi karena hati manusia yang hancur telah dipulihkan.

Karena Natal bukanlah banyak lilin dinyalakan,

Tetapi karena terangNya telah menyibak kegelapan.

Karena Natal bukanlah ketika para kerabat saling berpesta dan saling mengundang,

Tetapi karena mereka yang telah hilang ditemukan.

Mari kita masuk ke dalam Natal yang sesungguhnya bagi keselamatan dunia.

 

 

Comments