Posts

Showing posts from March, 2022

AKU YANG SEHARUSNYA DIPAKU

Rasa risau yang menghujam hati Menghimpit nafas dengan suara menyesak Keringat terurai menutup pori-pori Lidah pucat berkata lirih : Kalau boleh semuanya ini berlalu Detik-detik waktu melaju menhampiri titik-titik penyiksaan darah terpompa cepat karena ketakutan mendera Hamba itu berdiri di tengah lautan caci maki Sungguh tak ada saat untuk memejamkan mata. Seorang Hamba berdiri tanpa kata Menanggung perih luka yang menganga Tercurah darah suci di antara jemari Di sebuah kayu pada bukit yang sunyi Tuhanku telah menjadi Hamba Hina dina tak dipandang manusia millikNya Sungguh semuanya karena aku Aku menjadikan sebab Dia dipaku. Aku yang semestinya tergantung di palang kayu Tanganku yang mestinya ditembus tajamnya paku Kepalaku yang harusnya dihujam mahkota duri. Tubuhku yang layak merasakan nyeri Tuhan telah menggantikan posisiku Tuhan telah disalib bagiku Tuhan telah mati dan bangkit bagiku KebangkitanNya telah menghidupkan diriku              ...

DUSTA PENGELOLA NEGERI

Siapa yang mengaku memiliki negeri? Siapa yang berhak mengatur sawah? Siapa yang berkuasa mengatur tanah? Siapa yang bertindak atas nama hati? Semua mengaku benar Tidak ada yang merasa cemar Semua mengaku bersih Tetapi jarang yang berbuat kasih Pandangan hanya tertutup cermin yang mengelilingi diri Hingga akhirnya tertawa melihat betapa lucu wajahnya ini Kasihan punya jiwa selalu diterpa sakit hati dan mulutnya penuh dengan caci maki Ia tidak melihat hidup dibalik cermin itu Yang ada hanya pengakuannya semu Akan sebuah kebanggaan atas nama nurani Dan menghasilkan sebuah dusta anak-anak negeri Akankah ada? Aliran air di tengah belantara sabana gersang Sebuah kepastian di tengah penantian tanpa kepastian Untuk kami yang tinggal di sini Di negeri yang telah lama berdiri.                                                        ...

NATAL UNTUK INDONESIAKU

Di tengah-tengah keresahan yang merebak Di antara himpitan yang menyesak Suasana hati yang tercengkram ketakutan Keadaaan diri yang berkalungkan keputusasaan Nilai hati yang rusak oleh dosa Anak bangsa yang berjalan dalam nista Semua pihak mengganggap hal itu biasa Para pemimpin hanya bekerja dengan bercanda Apakah engkau akan selamanya begini? Miskin dalam moralitas dan nilai-nilai insani Apakah engkau selamanya begitu? Terendam dalam kubangan keserakahan yang tak kunjung menentu Korupsi selalu ada di setiap sisi Kejahatan tersebar seperti makanan Pemerkosaan telah menjadi langganan Hati siapa yang mau peduli? Peduli kepada pelanggaran lalu lintas Peduli terhadap penyimpangan moralitas Peduli kepada prostitusi dan aborsi Peduli akan si miskin yang mencari sebongkah nasi Ya peduli dari mana datangnya? dapatkah dicari-cari tempatnya? O... ternyata ada...jauh di sebuah kandang domba Sang Raja yang peduli telah tiba.                   ...

Menyelami KelahiranNya

Natal bukanlah ketika sebuah pohon terang terpancang megah tetapi karena Anak Manusia rela menderita dan disesah.          Natal bukanlah ketika banyak hadiah dibagikan          tetapi karena kasih karunia Allah dinyatakan. Natal bukanlah ketika pakaian baru dikenakan tetapi karena manusia baru diwujudnyatakan.          Natal bukanlah ketika aneka makanan dihidangkan          tetapi karena mereka yang lapar dikenyangkan. Natal bukanlah ketika berbagai minuman disajikan tetapi karena mereka yang haus dipuaskan.          Natal bukanlah ketika lagu-lagu rohani dikumandangkan          tetapi karena hati manusia yang hancur dipulihkan. Natal bukanlah ketika banyak lilin dinyatakan tetapi karena terangNya telah menyibak kegelapan.          Natal bukanlah ketika para kerabat saling berpesta dan mengundang    ...

UNTUK APA AKU MERAYAKAN NATAL

 UNTUK APA AKU MERAYAKAN NATAL Di jaman ini aku berdiri Memandang suasana gemerlapan Di kota ini aku menanti Menyaksikan pohon terang bertebaran Di rumah ini sendiri Merasakan sebuah kemewahan Di gedung ini aku bernyanyi Mendendangkan nafiri rohani Di puncak ini aku mencari Suasana natal yang lebih hakiki Di sini... di sini akhirnya aku akhiri Pencarian makna natal yang sejati apakah natal itu bagiku? Kemewahan atau gemerlapan? Natal adalah saat Pencipta yang agung Terbaring bersama kotoran hewan Natal ialah ketika Penebus Yang Agung Terbujur di sebuah palang kayu                                                                           Kristanto Imanuel                             ...

ANUGRAH TAK TERBATAS

  Wahai segenap semesta..... Dengarlah Dia yang telah berkata : “bahwa semuanya itu baik” Wahai segala makhluk..... Dengarlah Dia yang menjadikanmu dan melihat semuanya baik Wahai engkau manusia yang telah dibentuk olehNya... Dengarlah Dia yang berkata : “sungguh amat baik” engkau mulia karena cahaya Ilahi yang terpancar engkau berkuasa atas segala ciptaan karena sifat Ilahi yang melekat engkau dibentuk oleh tanganNya untuk menjadi cermin kemuliaan dan kebenaran sejati. Betapa baiknya Dia yang menjadikan dan menempatkanmu, dalam lautan kemesraan damai kekal tanpa batas.. Pohon dan buah bagi kesejahteraanmu.... Sungai jernih untuk menyejukanmu.... Batu-batu mulia semuanya mempercantik kediamanmu.... Segala keindahan dan kekekalan ditumpahkanNya kepadamu. Hanya satu yang Dia inginkan.... membuatmu sujud bersyukur atas kehangatan kasihNya. Namun kekekalan dan keindahan sorgawi dalam hari-hari yang engkau nikmati telah terhempas, Jatuh dan hancur bersa...