DUSTA PENGELOLA NEGERI
Siapa yang mengaku memiliki negeri?
Siapa yang berhak mengatur sawah?
Siapa yang berkuasa mengatur tanah?
Siapa yang bertindak atas nama hati?
Semua mengaku benar
Tidak ada yang merasa cemar
Semua mengaku bersih
Tetapi jarang yang berbuat kasih
Pandangan hanya tertutup cermin yang mengelilingi diri
Hingga akhirnya tertawa melihat betapa lucu wajahnya ini
Kasihan punya jiwa selalu diterpa sakit hati
dan mulutnya penuh dengan caci maki
Ia tidak melihat hidup dibalik cermin itu
Yang ada hanya pengakuannya semu
Akan sebuah kebanggaan atas nama nurani
Dan menghasilkan sebuah dusta anak-anak negeri
Akankah ada?
Aliran air di tengah belantara sabana gersang
Sebuah kepastian di tengah penantian tanpa kepastian
Untuk kami yang tinggal di sini
Di negeri yang telah lama berdiri.
Kristanto Imanuel
Januari 2008
Comments
Post a Comment