ANUGRAH TAK TERBATAS
Wahai
segenap semesta.....
Dengarlah
Dia yang telah berkata : “bahwa semuanya itu baik”
Wahai
segala makhluk.....
Dengarlah
Dia yang menjadikanmu dan melihat semuanya baik
Wahai
engkau manusia yang telah dibentuk olehNya...
Dengarlah
Dia yang berkata : “sungguh amat baik”
engkau
mulia karena cahaya Ilahi yang terpancar
engkau
berkuasa atas segala ciptaan karena sifat Ilahi yang melekat
engkau
dibentuk oleh tanganNya untuk menjadi cermin kemuliaan dan kebenaran sejati.
Betapa
baiknya Dia yang menjadikan dan menempatkanmu,
dalam
lautan kemesraan damai kekal tanpa batas..
Pohon
dan buah bagi kesejahteraanmu....
Sungai
jernih untuk menyejukanmu....
Batu-batu
mulia semuanya mempercantik kediamanmu....
Segala
keindahan dan kekekalan ditumpahkanNya kepadamu.
Hanya
satu yang Dia inginkan.... membuatmu sujud bersyukur atas kehangatan kasihNya.
Namun
kekekalan dan keindahan sorgawi dalam hari-hari yang engkau nikmati telah
terhempas,
Jatuh
dan hancur bersama dengan keinginan buruk Si Angkara.
engkau
telah rusak.... engkau telah hilang...
Keresahan
merebak.....
Himpitan
menyesak.....
Cengkraman
ketakutan....
Berkalungkan
keputusasaan.....
Lalu
kemana engkau akan pergi?
Siapa
yang mau peduli?
Mereka
tidak bisa peduli.
Mereka
tak bisa menyembuhkan.
Mereka
tak dapat memulihkan.
Mengapa
dan apa yang sebenarnya terjadi?
Kesalehan
mereka.....?
Kebaikan
mereka.....?
Bahkan
segala ibadah- ibadah mereka....seperti kain yang kotor
Yang
buta menuntun yang buta
Maling
teriak maling
Dusta
menganga di mana-mana.
Segala
keindahanmu... kenikmatanmu... kekayaanmu.... adalah bayangan-bayangan
kehancuran.
Sungguh
malang budak-budak dosa yang terlunta-lunta di tengah hamparan nista menuju
binasa....
Apakah
ada yang peduli?
Siapakah
Dia yang mampu melihat tragedi ini?
DIA
pasti peduli... karena Dia sangat mengasihi apa yang Dia miliki.
DIA
telah turun....
DIA
telah hadir.....
DIA
telah mendengar suara yang menyesak.....
DIA
berkeringat dengan terurai menutupi pori-pori....
DIA
pucat dan berkata lirih : “ kalau boleh semua ini berlalu”
DIA
menghampiri titik-titik penyiksaan.
DIA
berdiri di tengah-tengah lautan caci maki
DIA
merasakan apa yang dirasakan milik kepunyaanNya.
Hanya
satu yang Dia inginkan agar milikNya kembali padaNya.
Sungguh
anugerah tanpa batas
Menghapus
dosamu dengan tuntas.
Kasih
yang tidak bersyarat.
Agar
engkau dapat kembali ke dalam damai kekal
Iya....
Raja semesta alam sekarang sedang membawamu kembali
Bukalah
hatimu bagi Raja kemuliaan.
Lihatlah
Dia yang akan menghakimi dengan keadilan.
Kristanto
Imanuel
Desember
2019
Comments
Post a Comment